SURABAYA – Mobil-mobil keluaran terbaru kini diam-diam ditanami modul perekam data kejadian atau yang populer disebut sebagai *Black Box* kendaraan. Teknologi penerbangan yang diadopsi ke sektor otomotif ini memicu perdebatan mengenai privasi data vs kalkulasi premi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3349136/original/036819500_1610614971-liputan6-black-box-mobil-01.jpg)
Kalkulasi Premi Asuransi Berbasis Algoritma Gaya Mengemudi
Sektor *InsurTech* (Insurance Technology) kini memanfaatkan data *Black Box* untuk melacak seberapa sering pengemudi melakukan rem mendadak, mengebut di jalan tol, atau melanggar marka. Konsumen yang mengemudi dengan aman akan mendapatkan diskon premi finansial yang besar.
“Mobil Anda tidak lagi sekadar alat transportasi, melainkan mata-mata digital yang melaporkan setiap kecerobohan mengemudi Anda langsung ke server perusahaan asuransi.”
Sisi Gelap Penolakan Klaim Kerusakan
Namun, teknologi ini bisa menjadi bumerang. Jika terjadi kecelakaan, perusahaan asuransi akan menggunakan data mikrodetik dari *Black Box* untuk mencari celah kesalahan pengemudi demi menolak klaim pencairan dana, menjadikannya alat efisiensi finansial sepihak.
