BANDUNG – Proyek konversi mobil klasik menjadi kendaraan listrik bertenaga baterai (*EV Conversion*) kini tengah digandrungi kolektor kaya. Namun, di balik narasi hijau yang indah, tersimpan biaya membengkak dan hilangnya nilai sejarah.

Hilangnya Jiwa Mekanikal Demi Keheningan Digital
Bagi para puris, keaslian komponen mekanikal, bau oli, dan getaran mesin karburator adalah warisan sejarah. Mencopot mesin asli membuat mobil kehilangan identitas. Masalah berat baterai juga berisiko merusak pusat gravitasi dan keamanan handling sasis lawas.
“Mengubah mobil klasik menjadi listrik bukan sekadar mencopot mesin bensin lalu memasang baterai. Ini adalah rekayasa ulang total keselamatan sasis kendaraan.”
Ruwetnya Regulasi dan Biaya Komponen yang Mencekik
Paket komponen konversi kualitas premium harganya menembus ratusan juta, belum termasuk upah jasa bengkel spesialis yang memakan waktu bulanan serta ruwetnya birokrasi uji tipe mengubah dokumen STNK/BPKB dari bensin menjadi listrik.
