SOLO – Tekanan algoritma platform marketplace raksasa secara tidak langsung memaksa pelaku UMKM masuk ke lingkaran setan perang harga demi posisi tayang utama. Strategi potong harga gila-gilaan ini justru menjadi bumerang bisnis.

Ilusi Omzet Tinggi dengan Profit Bersih Miris
Banyak UMKM tertipu angka penjualan ribuan paket di dasbor, namun profit bersihnya nol karena tergerus biaya admin platform, iklan internal, dan subsidi voucer ongkir. Perang harga ini hanya menguntungkan importir besar barang murah massal.
“Membangun bisnis mandiri bukan soal adu murah harga di pasar digital, melainkan menanamkan nilai fungsional yang membuat konsumen rela bayar pantas.”
Migrasi ke Strategi Narasi Nilai
Pelaku usaha lokal harus berani membangun *storytelling* produk yang kuat dan membina kanal penjualan mandiri (situs resmi/WhatsApp) terpisah dari platform e-commerce agar keluar dari ketergantungan algoritma diskon maut.
