SURABAYA – Euforia ponsel layar lipat (*foldable*) mulai memasuki fase antiklimaks. Sempat dipuji sebagai masa depan pengganti desain ponsel konvensional kaku (*bar phone*), laporan penjualan global terbaru justru menunjukkan titik jenuh pasar.

Masalah Durabilitas Fisik dan Biaya Servis Gila-Gilaan
Konsumen premium mulai mengeluhkan keretakan fisik di area lipatan (*crease damage*) setelah pemakaian setahun. Ruwetnya lagi, biaya penggantian panel layar lipat yang rusak harganya menembus 50 persen dari harga beli unit ponsel baru.
“Ponsel lipat saat ini masih terasa seperti produk eksperimen laboratorium komersial yang dipaksakan jual massal sebelum material layarnya benar-benar tangguh.”
Kembalinya Tren HP Bar Sensor Raksasa
Konsumen kini cenderung kembali memilih HP berdesain konvensional tangguh yang menawarkan reliabilitas fisik, sensor kamera murni berukuran raksasa, dan proteksi air bersertifikasi militer kokoh dibandingkan keunikan layar ditekuk yang ringkih.
