Taruhan Rp10,4 Miliar Maranello: Ferrari Luce, Mobil Listrik Murni Pertama yang Bikin V8 Sungkem!

news.eshanmultimedia.com – Bagi Anda para pemuja raungan knalpot bising yang sanggup meruntuhkan mental tetangga, bersiaplah untuk patah hati. Pabrikan Kuda Jingkrak asal Maranello, Ferrari, baru saja resmi murtad dari sekte “Bensin Eceran” dan melompat bebas ke era penyetruman massal global.

Ya, mereka baru saja melahirkan Ferrari Luce, mobil listrik murni (Full EV) pertama mereka. Langkah ini tentu menjadi salah satu taruhan judi terbesar dalam sejarah Ferrari. Bayangkan saja, sebuah brand yang puluhan tahun mendewakan lengkingan mesin V8 dan V12, kini harus jualan mobil yang suaranya mirip mesin cuci satu tabung saat dinyalakan. Dan yang paling tidak santai adalah harganya: dikabarkan bakal nangkring di kisaran Rp10,4 miliar! Sebuah angka yang cukup untuk membuat kaum mendang-mending langsung terkena radang lambung.

Mobil Listrik tapi Tetap “Galak” di Tikungan

Salah satu ketakutan terbesar para miliarder saat membeli mobil listrik mewah adalah bobotnya. Baterai mobil listrik itu berat, bro. Konon, menyetir mobil listrik biasa itu rasanya mirip seperti mengendalikan lemari dua pintu yang dikasih roda. Banyak produsen mobil mewah lain yang stres dan kesulitan memenuhi target regulasi lingkungan tanpa mengorbankan performa.

Namun, Ferrari dengan sombongnya mengklaim bahwa Luce tetaplah seekor harimau, bukan kelinci ramah lingkungan. Meskipun harus menggendong baterai raksasa dan sistem kelistrikan yang bobotnya bikin timbangan menjerit, rancang bangun sasis Luce didesain dengan sihir aerodinamika tingkat tinggi. Hasilnya? Mobil berkapasitas lima penumpang ini diklaim tetap super stabil dan “nurut” saat diajak baku hantam melibas tikungan tajam dalam kecepatan tinggi. Jadi, Anda tetap bisa pamer skill mengemudi tanpa takut mobilnya limbung seperti angkot jurusan Soreang-Banjaran.

Ketika Desainer Apple Turun Tangan Bikin Mobil

Nama Luce sendiri diambil dari bahasa Italia yang artinya “Cahaya”. Mungkin filosofinya adalah agar mobil ini bisa menerangi jalan pikiran kita yang sering gelap saat memikirkan cicilan. Tapi yang bikin isi dompet makin merinding adalah siapa orang di balik desain estetika mobil ini.

Ferrari tidak mendesainnya sendirian, melainkan berkolaborasi dengan LoveFrom—sebuah studio desain premium milik Sir Jony Ive (mantan bos desain Apple yang legendaris itu) dan Marc Newson.

Efek sentuhan mantan desainer Apple ini sangat terasa. Ferrari Luce terlihat bersih, minimalis, futuristik, tapi entah kenapa kalau dilihat-lihat dari depan tetap punya aura magis yang bikin merinding. Untung saja mobil ini tidak pakai sistem ekosistem Apple murni, kalau tidak, mungkin lubang chargernya bakal dijual terpisah dan tidak dikasih kepala colokan di dalam kardusnya.

Untuk melihat bagaimana penampakan perdana mobil yang harganya setara dengan sekeranjang franchise Mixue ini, silakan intip unggahan dari rekan-rekan Finfolk berikut:

Kesimpulan: Kuda Jingkrak yang Kini Punya Colokan

Kehadiran Ferrari Luce membuktikan satu hal: tren ramah lingkungan dan elektrifikasi di tahun 2026 ini sudah tidak pandang bulu lagi. Bahkan pabrikan paling angkuh di dunia otomotif pun akhirnya harus rela membuat mobil yang butuh dicolok ke tiang listrik agar bisa berjalan.

Bagi kaum sultan di Indonesia, Luce jelas merupakan mainan baru yang wajib masuk garasi demi meningkatkan gengsi finansial di tongkrongan kelas atas. Sementara bagi kita kaum penikmat kuota internet, mari kita tonton saja kehebatan teknologi baterai ini sambil berharap semoga saat mobil ini masuk ke Indonesia, pemiliknya tidak ikut bingung mencari colokan gratisan di minimarket terdekat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top